Di tengah berbagai tantangan pemahaman agama di masyarakat, dua pemuda hadir dengan tekad yang kuat untuk menjadi bagian dari cahaya dakwah. Mereka adalah Aidil Lukman Permana dari Ciamis dan Muhammad Rafi dari Bandung. Keduanya berasal dari latar pendidikan yang berbeda, namun memiliki tujuan mulia yang sama: menjadi pendakwah di jalan yang diridhai Allah SWT.
Aidil Lukman Permana, lulusan SMA IT Ar-Rofi’i Jatiluhur, tumbuh dengan keprihatinan terhadap kondisi masyarakat di kampung halamannya. Banyak di antara mereka yang belum memahami dasar-dasar Islam. Dari situ tekad Aidil muncul ia ingin hadir untuk menjelaskan ajaran Islam dengan baik dan benar. Aidil juga dianugerahi kemampuan membaca situasi dan kondisi, sebuah potensi penting dalam dakwah. Ia berharap Allah senantiasa menjaganya, memberikan hidayah, serta menguatkan langkahnya dalam ketaatan dan ketakwaan.
Sementara itu, Muhammad Rafi, pemuda dari Bandung yang merupakan lulusan SMA Al-Islam Bandung, membawa semangat yang tak kalah kuat. Meski bukan lulusan pesantren, keinginannya menjadi pendakwah lahir dari keprihatinan yang sama: masih banyak masyarakat di kampungnya yang belum memahami Islam secara menyeluruh. Rafi ingin menyampaikan Islam yang murni, dengan niat tulus untuk berada di jalan yang diridhai Allah SWT. Ia pun memiliki potensi membaca situasi dan kondisi dengan baik kemampuan yang mendukung langkah dakwahnya.
Semoga Allah menjaga niat dan langkah keduanya, menguatkan keistiqamahan dalam ketaatan dan ketakwaan, serta memudahkan segala urusan mereka dan kita semua. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.





